A Letter to you, My Future Imam…

I surprised how could i written this letter for you, my imam. But, i’m still believing, we will meet someday. Soon. So Soon. Aamiin.

Kamu!
Siapa namamu? Siapa keluargamu? Dimana kamu sekarang?
Bagaimana kehidupanmu? Apa yang kamu lakukan disana?
Sungguh, aku penasaran.

Kamu!
Kapan kita bertemu. Atau, pernahkah kita bertemu?
Kenapa aku bisa memilihmu? Kenapa kamu bisa jadi yang terakhir?
Sungguh, aku sangat penasaran.

Apakah kamu seseorang di dalam impian-ku?
Apakah kamu bisa menyayangiku dengan tulus?
Apakah kamu yang akan membimbingku menuju Jannah kelak?

Ada pepatah bilang, lelaki yang baik diciptakan untuk wanita yang baik pula.
Lantas, Aku ini wanita yang baik-kah? Aku tidak yakin.
Mungkin, jika kriteria baik itu bisa dinilai dengan bilangan 1-100.
Belum ada angka yang cocok bagiku.

Aku bukan orang yang berharap muluk-muluk.
Kaya. Pintar. Tampan. Sholeh. Siapapun ingin yang seperti itu.
Tapi aku juga tahu diri. Siapa diriku.
Apakah mungkin?

Satu hal yang aku impikan.
Kamu yang disana, memiliki tujuan yang sama denganku.
Sama-sama ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik.
Kita saling mencintai karena Allah SWT.
Dan memimpikan surga sebagai tempat terindah,
dimana kita akan terus bersama, selama-lamanya.
Aamiin.

Sampai bertemu, imamku.

Bandung, 24 Agustus 2013
(c) Nur Fajrina Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s