Perjalanan Mencari Pekerjaan (1)

6 November 2014, genap dua bulan saya menganggur selepas dinyatakan resmi menjadi alumni Politeknik Negeri Bandung.

Jauh sebelum dinyatakan lulus sebagai alumni, saya pernah mencoba peruntungan pada jobfair yang diselenggarakan oleh kampus pada bulan Juni lalu. Pada saat itu saya bertekad untuk masuk ke Astra Internasional karena saya termotivasi oleh alumni yang telah bekerja di sana. PT Daihatsu Sales Operation, PT Suryalaya Rubberindo, dan PT Toyota Manufacturing Indonesia adalah tiga anak perusahaan PT Astra Internasional yang mengundang saya psikotest.

Berbekal pengalaman psikotest sewaktu penjurusan di SMA, saya cukup percaya diri mengerjakaan soal-soal yang diberikan. Materi psikotest yang diberikan pada saat itu umumnya berupa tes verbal, tes aritmatika dasar, EPPS, wartegg test, tes menggambar orang, tes menggambar pohon, dan tes koran (pauli & kreppelin). Pada akhirnya saya harus berlapang dada karena saya gagal di tahap psikotest ketiga perusahaan tersebut. Tak apa lah ya, itung-itung pemanasan.

Setelah ujian sidang bulan Juli beres, saya masih fokus untuk menyelesaikan kelengkapan administrasi sidang sehingga saya belum berani untuk melamar pekerjaan.

Pada bulan Agustus, salah seorang kakak tingkat saya merekomendasikan saya untuk bekerja di PT Kreasi Edulab Indonesia. Saya memang cukup tertarik dengan perusahaan ini karena hampir semua karyawannya adalah anak muda, selain itu lingkungan kerjanya pun nyaman, kekeluargaan, dan islami. Tepatnya hari Senin 4 Agustus, saya menerima sms dari perusahaan tersebut untuk mengikuti psikotes dua hari kemudian.

Tesnya cukup simple, ada aritmatika dasar, tes verbal, tes akuntansi dasar (karena saya melamar posisi Finance Staff), dan tes EPPS. Selanjutnya saya diminta untuk menunggu karena setelah itu akan dilakukan wawancara dengan HRD Perusahaan. Pada saat itu saya cukup kaget dan tegang karena tidak ada pemberitahuan untuk wawancara HRD, ditambah saya belum ada persiapan sama sekali. Ternyata setelah wawancara saya malah ditawari posisi customer service, dan diberi brosur Edulab. Kemudian pihak HRD meminta saya mempelajari mengenai brosur tersebut selama 15 menit, tidak disangka ternyata setelah itu saya diminta memerankan posisi customer service di depan pimpinan cabang. Alhasil perkataan saya pun belepotan. Duh! Saya pun pasrah dengan hasilnya.

Pulangnya, saya bercerita kepada Mama mengenai pengalaman saya tersebut, tapi ternyata respon Mama diluar dugaan. Mama belum merestui saya bekerja di sana (saya tidak memberi tahu Mama sebelumnya).  Satu minggu kemudian ternyata Kakak tingkat saya menanyakan perihal tes minggu lalu, dan tanpa disangka, Kakak tingkat saya menawari saya untuk posisi Accounting Staff. Namun dengan berat hati saya mengundurkan diri karena belum adanya restu dari orang tua.

Setelah itu, saya mengisi kekosongan waktu hingga wisuda dengan melamar ke beberapa perusahaan via email, dan jobstreet. Tak berapa lama kemudian, saya diundang untuk psikotest di PT Bezaya Group (Elzatta), namun saya tidak menghadirinya karena beberapa alasan.

Saya juga mencoba memasukan lamaran melalui jobfair ke PT Yamaha Motor Indonesia dan diminta untuk mengirim berkas via email, namun akhirnya gagal karena tidak ada undangan seleksi sama sekali, sedangkan salah satu teman saya diundang untuk psikotes. Ya, sudahlah.

Di penghujung bulan Agustus saya mendapat undangan psikotest di Jakarta dari PT Komatsu Indonesia, namun karena nyali saya ciut untuk pergi seorang diri ke sana, saya tidak menghadiri panggilan tersebut.

Beberapa hari setelah itu saya dipanggil oleh PT Omron Manufakturing Indonesia untuk melakukan test di Cikarang. Saya meminta reschedule karena saya harus menghadiri gladi bersih wisuda keesokan harinya, namun tidak ada balasan sama sekali. Akhirnya saya pun pasrah, lagi.

Dua minggu kemudian ternyata pasrah saya membuahkan hasil, saya diundang kembali untuk mengadiri psikotest Omron. Setelah melalui pergulatan batin karena merasa menyesal tidak menghadiri panggilan tes Komatsu, saya memberanikan diri untuk pergi ke Cikarang seorang diri. Yah, lumayan menambah pengalaman. Meskipun lagi-lagi saya gagal di tahap ini. (Baca selengkapnya di: A Blessed Traveler)

Pada bulan September saya tetap berikhtiar mencari pekerjaan, dari jobfair ke jobfair lainnya, mengirim lamaran via email, dan jobstreet pun cukup sering. Saya juga mencoba melamar menjadi PNS Kota Bandung. Meskipun sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari pihak BKD Kota Bandung mengenai kelulusan administrasi.

Di pertengahan bulan September, saya mendapatkan panggilan psikotest dari PT Medion Farma Jaya, saya melaju hingga tahap wawancara dengan User, namun saya tidak lolos (padahal itu adalah tahap terakhir). Sehari sebelum saya wawancara user Medion, saya sebenarnya mendapat panggilan wawancara dari PT AJE Indonesia (Big Cola) di Cikarang, namun saya mengundurkan diri karena beberapa alasan.

Melalui jobfair Telkom, saya mendapat panggilan dari PT Rajawali Hiyoto, saya berhasil melewati tahap administrasi, dan walk interview. Saya juga melaju ke tahap psikotest pada 20 Oktober lalu, namun hingga saat ini belum ada sms masuk yang menyatakan bahwa saya lolos untuk melaju ke tahap selanjutnya.

Satu minggu berselang, Jobfair yang saya tunggu-tunggu akhirnya tiba. Ya, ITB Jobfair 24-26 Oktober lalu jadi tempat saya berikhitar selanjutnya. Saya apply ke cukup banyak perusahaan, namun hingga saat ini hanya PT Paragon Technology and Inovation (PTI) yang menyatakan saya lolos tahap administrasi, dan berhak mengikuti psikotest pada tanggal 29 Oktober. Pada psikotest tahap 1 saya dihadapkan oleh beberapa materi soal seperti tes verbal, tes bangun ruang, dan tes Koran.

Satu jam setelah tes, tanpa disangka ternyata saya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti psikotest tahap 2 keesokan harinya (padahal pada saat itu saya meragukan hasil dari tes Koran). Keesokan harinya, saya dihadapkan dengan beberapa tes seperti tes aritmatika dasar, tes bangun ruang, dan beberapa tes lainnya. Waktunya pun cukup singkat hanya 1 jam dan bersistem gugur. Lagi-lagi, ternyata saya tidak lolos tes tersebut. Belum rejeki.

Ya, namanya juga ikhtiar. Keberhasilan itu tidak ada yang instan layaknya mie dan kopi. Para pengusaha dan orang-orang hebat yang berhasil saat ini juga telah banyak melalui lika-liku kehidupan sebelum mereka mencapai kesuksesan.

Pengorbanan untuk mendapat pekerjaan yang saya lakukan mungkin belum ada apa-apanya dibandingkan dengan effort yang orang lain lakukan.

Doa dan ibadah yang saya lakukan juga mungkin belum maksimal. Mungkin Allah juga senang mendengar rintihan saya ketika saya berada dalam kesusahan dan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya penolong, Mungkin Allah juga menginginkan saya menjadi lebih dekat dengan-Nya dengan cara seperti ini.

Kata-kata yang akan saya tulis ini mungkin terdengar idealis, tapi inilah yang menjadi pijakan saya dalam memilih pekerjaan.

  1. Saya ingin pekerjaan yang halal, bebas dari riba dan hal yang dilarang oleh-Nya.
  2. Saya ingin pekerjaan yang baik, tentunya baik menurut Allah, bukan menurut saya sendiri.
  3. Saya ingin pekerjaan yang barakah, yang bisa menjadi ladang amal bagi saya, keluarga, dan orang-orang disekitar saya.
  4. Saya ingin pekerjaan yang membuat saya bisa lebih dekat dengan Allah.

Saya percaya bahwa Allah Maha Mengatur Segalanya, Maha Penyayang, Maha Tau yang terbaik bagi setiap hambanya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS At Thalaq 65:2-4 bahwa

Barangsiapa yang bertakwal kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”

Rasulullah juga bersabda bahwa Allah SWT berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam jemaah manusia, maka Aku pun mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia mendekati-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. (Hadis Riwayat Muslim, Shahih)

I’ll be patient, till even patience tires of my patience.

-Ali Bin Abu Thalib-

Luruskan kembali niat, doa, ikhtiar, tawakal, ikhlas.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmanirrahim)

Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.

Advertisements

6 thoughts on “Perjalanan Mencari Pekerjaan (1)

  1. Aku udah masukin via jobstreet dan jobsdb di sekitaran Bandung anehnya Belum Ada 1 panggilan pun, tapi kalau perusahaan bumn di panggil Sayang sering gagal di Psikotes …. 😦

    Like

    1. Sama sama 🙂 Alhamdulillah kemarin saya dapat berita baik. Saya lulus CPNS pemkot bdg. Oiya kalo boleh ngasih saran lg, coba perbanyak shalat dhuha, dan minta doa sm orang tua 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s